Postingan

Menampilkan postingan dengan label Koleksi Puisi Ku

Selap-Selip Status FB

Jika kau katakan kebahagiaan kemarin hanyalah mimpi, maka akan ku tukar seluruh nafasku untuk mimpi itu. Tapi ternyata waktu begitu angkuh, hingga ia enggan hentikan dentingnya untuk qta. Waktupun tetap berjalan sebagaimana takdirnya. apa waktu mencoba mengajari kita?  apa waktu mencoba membisikan bahwa di hari nanti akan ada masa depan tanpa tangis walaupun tak ku temukan kau di sampingku? begi tupun kamu, aku ingin di hari nanti kau tersenyum tulus walau bukan aku yang ada di sampingmu. bukan aku yang memanjakanmu, bukan aku yang mengatakan "okairi" ketika kamu pulang :) hey, tangis ini mungkin akan menyakitkan. mungkin besok atau lusa ketika mata kitaa saling bertemu kita akan berpura-pura tersenyum dan mengatakan kita baik-baik saja. tak apa, karna mungkin itu yang terbaik. berjanjilah, untuk menangis malam ini. karena besok kau harus tersenyum. ada aku. . . ada kamu . . . walaupun tak ada kita, aku dan kamu bukan berarti tak punya apa-apa. ingat, kita mas...

Kala Diam Bekuk Waktuku

gemercik air menggema di tengah sepi ini anginpun ikut hantarku perlahan tanpa bicara "apa yang sedang ku lakukan?" kau ulang kalimat sederhana itu tanpa jeda ucapku itu bukan sebuah dusta air mata yang ku jatuhkan bukanlah hayal kembali aku terdiam dan sakit itu merayap perlahan bungkam nuraniku Tuhan. . . perih yang iris dan bunuh hati ini kapan usai? sakit yang naungi tiap deru nafas ini kapan tiada? cukup Tuhan, aku tak sanggup lagi aku kini mati walau menghela nafas tak ku temukan udara di sana kini aku mati walau jantung ini berdetak tapi tak kutemukan kehidupan di sana Kumohon Tuhan . . . walau hanya satu detik rengkuh aku dalam keabadian mu

Makna Dentingan Waktu

ternyata,. . . waktu menjadi pena yang tintanya tak mampu terhapus. . . terus mengukir banyak kisah yang lembarannyapun tak akan mudah hilang. ingin membunuh waktu, tetapi aku sadar bahwa aku hidup di dalam waktu. Serang, 27 April 2012

WAKTU DI KALA SENJA

eit eit eit,,,, kata-kata ini sebenernya asli bikinan watashi no anata (kekasihku) hohoho. . . ceritanya, waktu aku bikin status di FB , dia coment kayak gini. hehehe, karena tumben-tumbennya dia puitis aku masukin ke blog aku. lagian dia juga minta kata-katanya ini di masukin (‾▿‾ ,) ya sudahlah "Check it out" aja, kita lihat bagaimana cocuitnya ia :) " tak pernahkah kau merasakan nikmatnya waktu itu barang sejenak bunda? dengan kebahagiaannya yang tak pernah padam... aku berada dihadapmu dengan perasaan yang tumbuh... dengan tunasnya yang merambati perasaanmu hinggap ke dalam sanubari terdalammu... aku ingat waktunya datang bunda... tak pernah meninggalkan bayangan yang pekat... tetapi, hanya sisi gelap yang tak pernah muncul dari diri kita..." naaaaaah,,, gmana? gmana? gmana???? like this kan? >,< like this donk  (ɔ ˘⌣˘),☂(˘⌣˘ c)

Meniti Maut

Aku terpaku Tatap ribuan bayang yg menjulang tak berbatas. Tiap langkah yg ku hitung. Gambarkan kelopak mata yg terjatuh. Apa kah aku ini? Bergerumul dalam ramai yang tak bercakap. Bersetubuh dalam diam tak bertahta. Dalam getar anganku artikan sebuah makna. Lalu, ku letakan nafasku di atas vena yg terputus. Serang, 4 April 2011